Berita

Menurut Psikolog, 3 Kalimat Toksik Ini Tidak Pernah Diucapkan oleh Orang Sukses!

×

Menurut Psikolog, 3 Kalimat Toksik Ini Tidak Pernah Diucapkan oleh Orang Sukses!

Share this article


Orang-orang sukses memiliki kebiasaannya tersendiri yang berbeda dengan orang lainnya. Bahkan, dari ucapannya sehari-hari saja, bisa menunjukkan gambarannya sebagai orang cerdas dan sukses. 

Salah satu kebiasaan orang sukses adalah dengan tidak mengucapkan sederet kalimat toksik di kehidupannya sehari-hari. Mungkin, sering kali kita menganggap jika itu adalah hal yang biasa, padahal itu termasuk hal toksik lho!

Menurut Psikolog, monolog batin para orang sukses adalah selalu positif dan optimis! 

Monolog batin yang positif tersebut menjadi elemen penting juga untuk mencapai kesuksesan. Karena percakapan negatif pada diri sendiri bisa berdampak dalam jangka panjang, yang menyebabkan kecemasan, depresi, dan penurunan kepercayaan diri menurut penelitian. 

Nah, berikut sederet kalimat toksik yang tidak pernah diucapkan oleh orang-orang sukses kepada dirinya sendiri, melansir CNBC. Simak!

1. ‘Saya tidak layak atas kesuksesan saya’

Ilustrasi lelah bekerja/Foto: Pexels.com/Andrea Piacquadio

Menurut penelitian, 80% orang menghadapi sindrom penipu dalam hidup mereka atau tidak mengakui tentang pencapaiannya. Mereka menggunakan kalimat “saya tidak layak atas kesuksesan saya”, menurut Christina Helena, pakar public speaking. 

Mengatasi hal tersebut, Helena menyarankan untuk cobalah bertanya pada dirimu sendiri. 

“Mengapa saya yakin saya tidak pantas menerima ini?”. Dengan pertanyaan tersebut, jika jawabannya karena tujuanmu tidak sejalan dengan kesuksesan orang lain, maka lepaskan. 

Mengetahui dari mana perasaan tersebut berasal, pengaruh pada dirimu akan berkurang. Helena menyampaikan, sukses terlihat berbeda untuk setiap orang.

“Sukses terlihat berbeda untuk setiap orang. Pada akhirnya, kamu harus memutuskan apakah kamu pantas mendapatkan kebaikan dalam hidupmu, dan untuk apa kamu bekerja keras,” kata Helena.

2. ‘Saya tidak sebaik mereka’
A young woman is sitting on a sofa by the window and looking outside through the window at home.

Ilustrasi sedih/Foto: Getty Images/recep-bg

Melihat media sosial, sering kali kita beranggapan jika orang lain lebih baik daripada diri kita. Bermonolog “saya tidak sebaik mereka”, mungkin pernah terucap dari mulutmu. 

Namun, dosen Universitas Yale Emma Seppälä mengatakan, daripada terfokus pada fakta kamu tidak lebih baik dari orang lain, fokuslah untuk membenahi dirimu sendiri. 

“Daripada berfokus pada fakta bahwa kamu tidak secantik atau lucu atau inovatif seperti orang lain, fokuslah pada apa yang ingin kamu tampilkan,” ujarnya. 

Cara lain yang bisa dilakukan untukmu menemukan hal-hal yang bisa dikagumi tentang dirimu adalah dengan meminta bantuan orang terdekat untuk bercerita dan membantumu menemukan hal-hal yang mereka hargai dari dirimu. 


3. ‘Saya tidak berubah, inilah saya’
Ilustrasi mengobrol

Ilustrasi mengobrol/Foto: Freepik/tirachardz

Kalimat di atas ternyata bisa membatasi dirimu untuk terus belajar, menurut psikolog dan penulis Cortney Warren. Karena itu, orang sukses tidak mengucapkannya, karena mereka selalu haus akan belajar. 

“Orang dengan kecerdasan emosional rendah sering kali lebih kaku dan akan menolak upaya untuk berubah atau berkembang,” tulis Warren. 

“Keyakinan yang kuat itu penting, namun keterbukaan terhadap kemungkinan-kemungkinan baru juga penting,” lanjutnya. 

Daripada menggunakan kalimat toksik di atas, Warren menyarankan untuk menggunakan kalimat berikut saja: “Saya perlu lebih memikirkan pada yang kamu katakan. Saya ingin terbuka terhadap masukan tentang diri saya, meskipun itu sulit untuk didengar.”

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di lumpkinsjail? Yuk, gabung ke komunitas pembaca lumpkinsjail, Lumpkinsjail.org.


(ria/ria)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *