Berita

Ini Satu Teknik yang Bisa Menunjukkan Kamu Cerdas Berkomunikasi, Sudah Dilakukan?

×

Ini Satu Teknik yang Bisa Menunjukkan Kamu Cerdas Berkomunikasi, Sudah Dilakukan?

Share this article


Ketika duduk bersama teman-teman untuk berbincang santai tentang suatu topik yang disukai, tentu hal yang menyenangkan, Beauties. Tapi kadang saking semangatnya kamu sampai menyerobot dan memotong pembicaraan teman-temanmu. Padahal mereka belum menyelesaikannya ceritanya sampai tuntas.

Mungkin kamu buru-buru memberikan ide atau tanggapan. Sedekat apa pun kamu dengan teman-temanmu, kamu tetap perlu mengontrol dirimu dengan belajar menunggu giliran. Pasti kamu juga nggak nyaman kan, Beauties saat ceritamu belum selesai, tapi temanmu sudah buru-buru berkomentar. Dirangkum dari Verywellmind dan penelitian psikologi dari Bandura, simak tips self regulation ini supaya kamu lebih cerdas berkomunikasi!

1. Hadir dan Fokus pada Topik Obrolan





Fokus dan Hadir pada Obrolan/Foto: Freepik.com/Freepik

Sering kali saat mengobrol atau berdiskusi, kamu mungkin sibuk memegang ponsel atau membalas chat. Padahal, sedekat apa pun hubunganmu dengan teman, saat berada bersamanya, coba untuk mengabaikan hal-hal di luar itu, kecuali fokus pada topik obrolan yang sedang berlangsung.

Kamu nggak akan berhasil melakukan kontak mata dengan baik apalagi mendengarkan cerita dengan penuh empati kalau kamu melakukan hal yang sifatnya multi-tasking. Kamu sendiri pasti merasa tidak nyaman dan tidak dihargai. Seperti ketika orang lain terlihat pura-pura mengangguk dan mendengarkan ceritamu, tapi ujung-ujungnya kamu malah nggak mampu memberikan tanggapan yang sesuai dengan topik yang dibahas oleh temanmu. 

Hadir dan fokus untuk mendengarkan, tanpa berusaha mendominasi tak hanya dibutuhkan dalam relasi persahabatan, tapi dalam dunia profesional, seperti berkomunikasi dengan rekan kerja atau tim kamu, Beauties.

2. Sadari Emosi yang Kamu Rasakan

Sadari Emosi yang Kamu Rasakan/Foto: Freepik.com/Freepik

Bandura dalam penelitiannya tentang self regulation mengungkapkan, seseorang perlu mengelola emosi dan pikirannya agar sukses mengambil aksi yang tepat.

Ketika mendengarkan cerita dari temanmu, mungkin kamu menjadi kesal, sedih, kecewa, bahkan marah dan ingin segera melampiaskannya. Kamu tak perlu buru-buru untuk meluapkan emosi kamu, tapi beri jeda ketika kamu tahu bahwa kamu merasa marah. Kamu dapat menarik napas dan memikirkan bagaimana reaksi lawan bicaramu ketika kamu tiba-tiba memberikan reaksi yang sangat spontan terlebih hal tersebut menyangkut emosi yang negatif. 

Sekalipun emosi yang ingin kamu tampilkan adalah rasa senang, kamu pun perlu menghindari untuk berekspresi secara berlebihan karena kamu tidak pernah dapat membaca isi pikiran dari teman-temanmu.

Jadi beri jeda untuk setiap cerita atau obrolan yang kamu dengar sebelum kamu memberikan respon yang kurang tepat atau berlebihan. Sebaiknya tahan untuk mengekspresikan emosi kamu secara personal, tapi bertanya, “Kalau dari cerita yang baru aja aku dengar barusan, kira-kira apa yang bisa aku bantu?”


3. Sebelum Berbicara Coba Bertanya pada Diri Sendiri

Sebelum Berbicara Coba Bertanya pada Diri Sendiri/Foto: Freepik.com/Freepik

Hal paling mudah untuk mengontrol diri sendiri sebelum berbicara adalah, coba tanyakan pada dirimu sendiri. Kamu dapat menerka terlebih dahulu, kira-kira kalau kamu memberikan pendapat atau tanggapan tertentu, bagaimana respon lawan bicaramu. Kamu juga dapat mempertimbangkan apa manfaat kamu mengutarakan pertanyaan atau pendapat itu saat mengobrol dengan teman-temanmu.

Kira-kira, apakah mereka akan merasa tersinggung, marah, atau kecewa dengan pertanyaanmu. Hal ini akan menahan dirimu untuk lebih cerdas mengelola emosi kamu.

Contohnya, temanmu bercerita kalau dia baru saja keluar dari tempat kerja sebelumnya. Daripada kamu menyimpulkan sesuatu seperti, “Kok udah keluar dari tempat yang kemarin? Kan seru kerja di sana. Perusahaannya kan terkenal”, lebih baik kamu mendengarkan sampai selesai dan bertanya kira-kira alasan apa yang membuatnya ingin mencari peluang di tempat baru.

Usahakan kamu tidak memaksa pertanyaan tersebut untuk dijawab ya, Beauties. Akan tetapi, bertanyalah dengan intonasi yang nggak menghakimi. 

4. Pikirkan Risiko yang Terjadi, tapi Jangan Overthinking

Pikirkan Risiko yang Terjadi, tapi Jangan Overthinking/Foto: Freepik.com/Arutaimages

Sebagai seorang teman atau pun rekan kerja, kamu pasti memiliki berbagai sudut pandang yang berbeda dari orang lain dan bervariasi. Tentu keberagaman itu tetap dibutuhkan, Beauties. Hanya saja, hindari untuk berpikir berlebihan tentang reaksi orang terhadap pendapat yang akan kamu utarakan.

Kamu boleh memprediksi respon mereka, tapi respon itu bisa jadi benar, bisa jadi salah. Maka perlu untuk bertanya dengan pertanyaan yang baik. Tapi dalam menanggapi atau memprediksi sesuatu sebaiknya tidak berlebihan hingga membuat kamu menjadi overthinking. 

Oke, Beauties berikut tadi 4 tips yang patut kamu coba untuk mengelola diri supaya lebih cerdas dalam berkomunikasi dan tak berujung pada memotong pembicaraan orang lain. Selamat mencoba, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di lumpkinsjail? Yuk gabung ke komunitas pembaca lumpkinsjail Lumpkinsjail.org.


(dmh/dmh)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *