Berita

4 Kafe di Indonesia Ini Pekerjakan Teman Tuli, Kamu Sudah Tahu?

×

4 Kafe di Indonesia Ini Pekerjakan Teman Tuli, Kamu Sudah Tahu?

Share this article


Sering kali, kita masih terpaku pada konsep bahwa teman-teman disabilitas yang harus menyesuaikan keadaan sekitar, padahal seharusnya lingkungan dapat dibangun dengan lebih inklusif. 

Sudah selayaknya fasilitas publik dapat digunakan dan diakses oleh semua orang, terlepas dari perbedaan kemampuan atau keterbatasan yang dimilikinya. 

Maka dari itu, dalam rangka menjalani kehidupan yang semakin inklusif, beberapa tempat makan ini melibatkan teman Tuli untuk bekerja di sana. Berikut rangkumannya yang dilansir dari detikfood!

Deaf Cafe Fingertalk

Cuplikan Video Deaf Cafe Fingertalk/Foto: instagram.com/dcfingertalk

Dikelola oleh komunitas Tuli, Deaf Cafe Fingertalk bergerak di bidang usaha kafe, toko kue, bahkan mengelola tempat cuci mobil. 

Setiap anggota dibina dan dibekali dengan baik agar dapat bersaing di dunia bisnis. Tak hanya itu, kafe ini sering kali juga mengadakan kelas memasak untuk teman-teman Tuli yang ingin mengembangkan kemampuannya.

Selain mengelola usaha, Deaf Cafe Fingertalk juga aktif berkeliling Indonesia untuk memberdayakan rekan Tuli di daerah lain. Atas pencapaian ini, mereka dianugerahi penghargaan SDGs Action Award di Tokyo pada tahun 2019. 

Inklusiv Warung

Inklusiv Warung/Foto: detikbali/Nuranda Indrajaya

Dilansir dari detikBali, Inklusiv Warung adalah sebuah restoran terletak di kota Badung, Bali. Serupa dengan Fingertalk tadi, di sini pengunjung akan dilayani oleh karyawan Tuli. Total staf Tuli disini berjumlah 11 orang. Tak hanya itu, karyawan lain yang bukan penyandang Tuli pun juga dituntut untuk paham dan belajar bahasa isyarat. 

Karena Bali biasanya menjadi destinasi berlibur turis mancanegara, Beauties dapat menjumpai wisatawan asing berkunjung ke sini. Harga yang ditawarkan memang ditujukan untuk kelas menengah ke atas, namun akan ada paket kudapan dengan harga spesial bagi teman-teman disabilitas. 

Kopi Tuli

Kopi Tuli/Foto: kemenparekraf.go.id

Melansir dari Kemenparekraf, Kopi Tuli didirikan oleh Putri Sampaghita Trisnawinny Santoso, Mohammad Andhika Prakoso, dan Tri Erwinsyah Putra.

Menurut penuturan Tri Erwinsyah, berdirinya Kopi Tuli dilatarbelakangi dari kekecewaannya dan beberapa teman karena sulit mendapatkan pekerjaan. Maka dari itu, Tri dan teman-teman ingin menciptakan peluang usaha sendiri melalui toko kopi, agar penyandang disabilitas terutama teman Tuli dapat mandiri secara ekonomi. 

Tak sekadar memiliki karyawan Tuli, Kopi Tuli juga menyediakan program pelatihan barista Tuli dan umum. Ada juga pelatihan yang dikemas dengan konsep menyambangi sekolah, kampus, dan kantor untuk mensosialisasikan Bahasa Isyarat. Program ini menjadi tujuan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang untuk komunitas Tuli di Kopi Tuli. 


Sunyi Coffee

Sunyi Coffee/Foto: instagram.com/sunyicoffee

Dikutip dari detikfood, meski bukan penyandang disabilitas, Mario Gultom, pendiri Sunyi Coffee, sangat menyadari diskriminasi yang masih kerap dialami teman-teman disabilitas, utamanya saat mencari pekerjaan

Maka dari itu, dalam membangun Sunyi Coffee, Mario mulai mempelajari bahasa isyarat, braille, dan melibatkan teman difabel mulai dari menu sampai desain interior. 

Awalnya, Mario mengalami kesulitan mencari mentor dan partner. Katanya, ide membuat kafe dengan pekerja disabilitas terlalu berlebihan dan Indonesia belum siap dengan ide itu. 

Namun, nyatanya kini Sunyi Coffee sudah memiliki tiga cabang di Indonesia. Selain itu, banyak sekali acara yang diadakan di sana, seperti contohnya kelas barista, workshop, bahkan pertunjukan musik dari Idgitaf dengan tajuk “Mengudara Bersama Teman Tuli.” 

Semoga ke depannya Indonesia dapat membuat tempat-tempat yang inklusif dan memaksimalkan partisipasi teman-teman disabilitas di dunia kerja, ya!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di lumpkinsjail? Yuk, gabung ke komunitas pembaca lumpkinsjail, Lumpkinsjail.org.


(naq/naq)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *